TIPS MENANAM MANGROVE YANG BAIK
Hutan Mangrove adalah sebuah ekosistem pepohonan tropis yang tumbuh di area sepanjang garis kawasan pantai pesisir yang menahan terpaan pasang surut air laut secara terus-menerus.
Keberadaan hutan mangrove sangat penting bagi kelangsungan
lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya. Maraknya kerusakan hutan mangrove
akibat alih fungsi lahan atau hancurnya ekosistem dampak dari limbah dan sampah
yang bertebaran tentunya tidak bisa disepelekan.
Kegiatan penanaman mangrove adalah solusi untuk
menanggulangi ancaman tersebut. Tujuan penanaman mangrove adalah untuk mencegah
abrasi dan sedimen terjadi, merawat hunian biota laut, serta melestarikan hutan
mangrove yang ternyata efektif menyerap dan menyimpan emisi karbon.
Cara menanam mangrove mungkin sekilas terlihat mudah, tetapi
nyatanya memerlukan perencanaan untuk mencapai hasil maksimal di lapangan.
Berikut proses menanam mangrove agar hasil yang diinginkan bisa
tepat untuk didapatkan. Nah, berikut ini cara menanam mangrove yang dapat Anda
ikuti langkah-langkahnya!
1. Pemilihan Lokasi Lahan
Penanaman
Lokasi penanaman pohon mangrove dapat dilakukan
dan dipilih berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa tujuan penanaman
pohon mangrove di antaranya sebagai penahan sedimen, penguat pematang,
penanaman tambak Silvofishery, pemulihan lahan hutan mangrove, atau sebagai
rekonstruksi lahan untuk konservasi
2. Pemetaan Lahan untuk Ditanam
Sebelum dilaksanakan penanaman mangrove,
haruslah terlebih dahulu dilakukan pemetaan lahan dengan cara survey secara
langsung melalui pengumpulan data berupa waktu pasang surut, jarak surut
terendah, jenis sedimen, dan perizinan serta sosialisasi ke warga masyarakat
sekitar. Selain itu juga bisa dikombinasikan dengan pemetaan secara jauh
melalui software seperti Google Map yang memungkinkan
untuk melihat lokasi lahan dari atas dan memperkirakan luasnya. Data yang
diperoleh dari pemetaan tersebut akan mempermudah dalam menentukan pola tanam,
jarak tanam, penempatan titik patok penanaman mangrove, serta pengelolaan
penanaman benih pohon mangrove di lapangan nantinya.
3. Pola Penanaman Benih
Penanaman benih
mangrove dapat dilakukan dengan pola penanaman tunggal dengan
satu titik patok penanaman hanya diletakkan satu benih mangrove, biasanya hal
ini dilakukan untuk penanaman yang rapat. Pola lainnya adalah pola penanaman
bertumpuk dengan satu titik patok penanaman lebih dari satu benih mangrove yang
ditanam, hal ini biasanya dilakukan pada penanaman yang jarak tanamnya lebar
sekitar 4 meter dengan tujuan konservasi atau restorasi lahan.
4. Pembuatan Titik Patok Penanaman
Benih
Titik patok merupakan langkah yang sangat
penting untuk dibuat karena akan memudahkan dan sebagai panduan bagi anggota
atau peserta kegiatan nantinya untuk menanam benih dan benih juga akan tertata
dengan rapi.
5. Penentuan Jarak Tanam
Jarak tanam dalam proses penanaman mangrove
dapat dibedakan tergantung tujuan, di antaranya sebagai berikut:
a. Sebagai penahan sedimen: Jarak tanam biasanya antara 50 cm hingga 1 m dengan kerapatan ini, maka pohon mangrove akan tumbuh berdempetan sehingga dapat mencegah abrasi dan menahan sedimen di lokasi tersebut.
6. Penanganan Benih Sebelum
Ditanam
Sebelum melakukan penanaman di lokasi, benih
harus disesuaikan dengan iklim, lingkungan, dan kondisi melalui cara menyiram
atau merendam benih di perairan lokasi tempat penanaman nantinya. Tujuannya
agar benih bisa beradaptasi dengan baik saat ditanam.
7. Teknik Penanaman Benih
Penanaman benih dilakukan dengan cara menggali
lubang sedikit lebih lebar dari ukuran polybag benih
dan kedalamannya dapat menutupi hingga batang benih setidaknya terbenam hingga
5 cm. Untuk sedimen lumpur dan lumpur berpasir, sebaiknya plastik polybag benih harus dilepas agar akar dapat tumbuh
dengan baik dan dapat beradaptasi dengan kondisi di alam. Selain itu, supaya
pangkal batang serta akar tidak busuk karena terlalu lembap oleh air yang
terperangkap dalam polybag.
Untuk sedimen pasir plastik polybag biasanya tidak dilepas karena sifat pasir
yang poros dan agar akar masih lembap oleh air yang terperangkap dalam polybag.
Cara menanam mangrove dan menggunakan ajir
Penanaman mangrove dikatakan berhasil
apabila pohon mangrove menunjukkan daun-daun yang tampak hijau segar dan
adanya pertumbuhan pucuk daun baru. Sebaliknya, penanaman mangrove dikatakan
gagal apabila mangrove yang ditanam mati, ditunjukkan oleh daun dan batang yang
mengering, menguning, sebagian layu, dan tidak adanya pertumbuhan pucuk baru.
8. Manajemen dalam Penanaman Benih
Pengaturan sistem manajemen yang baik dapat
mempermudah pekerjaan di lapangan dan mengoptimalkan waktu penanaman. Oleh
karena itu, pengelolaan pada saat pelaksanaan kegiatan menanam mangrove dipisah
menjadi kelompok yang terdiri dari tim penanganan benih, tim penanda patok
titik tanam, tim pembawa benih ke titik penanaman, tim penanam benih, dan tim
evaluasi.
Ayo Menanam Mangrove Bersama Banjar Mangrove
Banjar Mangrove adalah sarana yang tepat untuk
membersamai perusahaan Anda dalam melakukan kegiatan menanam mangrove. Kami
berkomitmen untuk mengutamakan keberhasilan program penanaman mangrove yang
bermanfaat dan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan.
Proses monitoring pohon dilakukan secara berkala oleh Banjar Mangrove di lokasi penanaman mangrove, Untuk itu, kami secara langsung melibatkan anggota kelompok petani Mangrove setempat dalam penyediaan bibit, penanaman, hingga monitoring. Kami ingin pohon yang ditanam terpantau dengan baik pertumbuhannya sehingga bisa memberikan manfaat sebagaimana mestinya nanti.
Banjar Mangrove hingga saat ini telah menanam lebih dari 25.000 pohon di lokasi penanaman mangrove di Paluh Kurau
Tidak ada komentar